berkebun
Sedang memuat....Cara Menanam Bawang Putih yang Baik dan Benar....

Cara Menanam Bawang Putih yang Baik dan Benar

Cara Menanam Bawang Putih yang Baik dan Benar – Diantara berbagai macam bumbu dapur yang sering digunakan dalam masakan Asia, bawang putih (Allium sativum) adalah bumbu dapur yang paling sering digunakan dan paling populer di antara bumbu dapur yang lainnya.

Tanaman yang termasuk damili Liiliaceae ini, selain memiliki peran penting dalam mempengaruhi cita rasa masakan, juga memiliki kegunaan untuk kesehatan tubuh mansia, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, sakit gigi, influenza, reumatik, digigt ular, dan lain-lain.

Bawang putih juga merupakan komoditas potensial untuk pasar impor. Dengan harga yang relatif stabil. Untuk memilih bercocok tanam bawang putih merupakan salah satu prospek yang harus dilirik oleh para petani, mengingat terbatasnya julah petani yang membudidayakan tanaman bawang putih.

Terbatasnya jumlah petani yang bercocok tanam bawang putih, disebabkan oleh keterbatasan varietas bawang putih itu sendiri. Untuk saat ini, varietas yang tersedia haya cocok untuk ditanam di dataran tingga. Padahal masih cukup banyak varietas bawang putih yang dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.

Sebenarnya untuk menanam tanaman bawang putih tidaklah terlalu sulit. Namun ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan ketika akan menanam tanaman bawang putih. Seperti persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemulsaan, pengairan, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan bawang putih, dan penanganan pada masa panen dan pasca panen.

Cara Menanam Bawang Putih yang Baik dan Benar

  • Sebelum mulau menanam tanaman bawang putih, persiapkan lahan terlebih dahulu. Tanah yang cocok untuk menanam bawang putih adalah tanah yang bertekstur lempung berpasir dan struktur tanah gembur dengan pH 5,5-7. Di atas tanah inilah bawang putih ditanam, dengan melakukan pembukaan lahan terlebih dahulu.
  • Cara untuk pembukaan lahan adalah dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang ada di dalam atau di atas permukaan tanah lewat pembajakan sedalam 20-30 cm.
  • Pembajakan dilakukan dengan intensitas sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Selanjutnya dibuat bedengan disesuaikan dengan luasnya lahan. Tidak lupa dibuatkan parit di antara bedengan untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm.
  • Untuk kedalam parit sendiri, tergantung dari keadaan musim. Misalnya Anda akan menanam bawang putih ketika musim hujan, maka parit yang dibuat harus lebih dalam.
  • Setelah bedengan sudah dilakukan maka pilih bibit bawang putih yang berkualitas. Untuk bibit bawang putih, Anda dapat melakukan pembibitansendiri dengan cara :
  1. Pilihlah umbi bawang putih yang berasal dari indukan jelas, siung berisi tunas, berat sekitar 1,5-3 gram/siung, serta pangkal batangnya berisi penuh dan keras.
  2. Simpan umbi bawnag putih di tempat yang memiliki sirkulasi yang lancar atau ruangan yang kondisinya dingin tetapi kering.
  3. Umbi bawang putih yang telah kering selanjutnya kan dipisah menurut siungnya. Kemudian kupaslah kulit bawang putih yang masih membungkus bagian dalam bawang putih tersebut.
  4. Poting suing bawang putih yang sudah dibersihkan , potong bagian pucuk atau atsanya sedikit saja . Jika terlihat adanya titik berwarna kehijau-hijauan pada penampang potongan tersebut, ini tandanya benih bawang putih siap untuk ditanam di media tanam.
  • Berikutnya aadalah proses penanaman, umbi bibit yang digunakan akan ditanam dengan kedalaman 2-3 cm. Untuk jarak tanam dapat disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan. Misalnya ukuran siung yang digunakan lebih berat dari 1,5 gram, maka jarak tanamnya 20 cm x 20 cm, atatu bila bobot siung lebih ringan dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 15 cm x 15 cmatau bisa kurang dari itu.
  • Untuk kebutuhan bibit, di setiap satu hektar lahan, dibutuhkan sekitar 1.600 kg jika berat siung bibit 3 gram, tapi jika berat bibit 1 gram, maka dibutuhkan 670 kg.
  • Tahap berikutnya adalah pemupukan tanaman bawang putih pupuk yang digunakan untuk budidaya tanaman bawang putih terdiri atas pupuk organic dan pupuk non-organik. Untuk pupuk organic berupa pupuk kandang hewan ternak ayam dengan dosik 10-20 ton/ ha atau pupuk kandang hewna ternak kambing dengan dosis 30 ton/ha.
  • Sementara untuk dosis pupuk non organic perhektarnya adalah 200kg Nitrogen, 180 kg Phospor, 60 kg Kalium san 142 kg Sulfur.
  • Pupuk nitrogen disunakan 3 kali selama pertumbuhan, yaitu pada saat tanam, saat pembentukan tunas dan saat pembentukan umbi.
  • Pupuk Phospor dan kalium diberikan bersamaa dengan pupuk kandang pada waktu tanam. Utnu meningkatkan kualitas dan hasil umbi, dapat diberikan pupuk kimia cair (unsure mikro), seperti Sitozim dengan konsentrasi 0.25% yang disemprotkan pada daun.
  • Dan pupuk Massmikro dengan konsentrasi 200 part per million, serta hipron sebanyak 2 kali dengan konsentrai 2 ml/L
  • Tahap berikutnya adala pemulsaan, untuk tahap ini dilakukan pada musim kemarau, karena jika dilakukan ketika musim hujan, akan menyebabkan kelembaban tanah terlalu tinggi sehingga kurang baikbagi kehidupan tanaman.
  • Mulsa itu sendiri berupa jerami padi atau sisa-sisa tanaman yang telah mati, dan jangan menggunakan mulsa dari bahan plastik, Karena dapat meningkatkan suhu tanah di sekitar perakaran yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
  • Untuk pengairan tanaman bawang putih, Anda dapat melakukan dengan cara menggenangi parit di antara bedengan. Frekuensinya tergantung dari umur tanaman. Untuk awal pertumbuhan misalnya, pemberian air dilakukan 2-3 hari sekali.
  • Sedangkan untuk masa pembentukan tunas sampai pembentukan umbi pengairan dilakukan 7-15 hari sekali. Pengairan baru dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari menjelang panen.
  • Untuk pemeliharaan tanaman bawang putih, dapat dilakukan dengan menyiangi gulma serta perbaikan bedengan dengan selang waktu 20-30 hari. Frekuensi penyiangan gulma tersebut dapat ditambah jika laju pertumbuhan gulma cukup pesat.
  • Ketika tanaman bawang putih masih fase generative, penyiangan tidak lagi dilakukan karena dapat mengganggu proses pembentukan dan pembesaran umbi.
  • Untuk pengendalian hama pada tanaman bawang putih, dapat dilakukan dengan system PHT, yaitu lewat penggunaan benih sehat, pengendalian kultur teknis, musuk alami, penggunaan perangkap, sanitasi, dan pestisida sesuai batas.
  • Waktu panen tanaman bawang putih tergantung varietasnya, namun waktu rata-rata untuk memanen tanaman bawang putih adalah 90-120 hari setelah tanam.
  • Ciri-ciri tanaman bawang putih yang siap dipanen adalah terjadinya perubahan pada daunn, dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35-60%.
  • Untuk memanen tanaman bawang putih, dilakukan dengancara mencabut tanaman menggunakan tangan saat cuaca terik. Hasil produksi yang bisa dipanen mencapai 5,6 sampai 12 ton/ha.
  • Umbi hasil panen tersebut selanjutnya diikat sebanyak 20-30 rumpun per ikat, dan dijemur sampai batangnya kering dan membutuhkan waktu sekitar 15 hari pengeringan.
  • Untuk cara pengeringan umbi bawang putih dilakukan dengan cara menjemur dibawah terik matahari dan tutup menggunakan daunnya agar tidak terkena sinar matahari langsung. Anda juga dapat melakukan pengeringan menggunakan rak berlapis dengan cara digantung.
  • Pengeringan dapat pula dilakukan dengan metode pengasapan, yaitu menempatkan bawang putih di atas para-para yang ada di dapur, dan bawang putih diasapi menggunakan asap yang berasal dari air yang sengaja dimasak.
  • Untuk memperpanjang umur umbi bawang putih, Anda dapat menyimpannya digudang dan dengan melakukan fumigasi dengan tablet 55% Phostoxin.

Itulah cara menanam bawang putih dengan baik dan benar. Anda dapat mengaplikasikan cara tersebut pada budidaya tanaman bawang putih anda. Jangan lupa untuk membaca artikel berkebun lainnya di sini. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Cara Menanam Bawang Putih yang Baik dan Benar | rafa | 4.5