Tunggu, sedang memuat. . .

Cara Membudidaya Tanaman Pepaya

Cara Membudidaya Tanaman Pepaya – Pepaya merupakan salah satu buah yang banyak terdapat di berbagai tempat di belahan dunia. Pepaya adalah tanaman buah yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat. Pepaya sangat mudah dibudidaya di berbagai tempat baik daerah tropis maupun sub tropis.

Salah satu manfaat dari buah pepaya yaitu sebagai pencuci mulut dan mengandung vitamin A & C. Pepaya juga dapat diolah seperti dodol pepaya, sari pepaya, dan bisa juga untuk campuran membuat saos tomat. Selain untuk dimakan, pepaya juga bisa dijadikan untuk pengobatan.

Salah satu yang harus diperhatikan untuk budidaya pepaya adalah posisi lahan. Pepaya bisa dibudidaya pada dataran rendah berkisar 500 – 700 meter, hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan air laut dengan curah hujan sekitar 1000 – 2000 mm per tahun.

Drainase tanah yang baik juga sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya pepaya. Tanaman pepaya tidak suka genangan air karna dapat merusak akar pada tanaman tersebut. Tanaman ini menghendaki tanah yang gembur yang baik dan pH tanah sekitar 6 – 7.

budidaya-pepaya

Pemilihan Benih Pepaya
Untuk mendapatkan bibit biji unggul, perlu penyeleksian sebanyak mungkin pohon pepaya sempurna. Buah pepaya yang dihasilkan dari bibit pohon pepaya yang sempurna akan berbentuk memanjang, tidak cacat dan bebas dari penyakit. Dan sebisa mungkin dibiarkan matang di pohon.

bibit2

Biji pepaya terletak pada dalam rongga buah. ada 2 macam warna biji, yaitu hitam kelam dan pucat putih. Biasanya biji yang berwarna putih merupakan biji yang tidak akan tumbuh. Biji hitam dapat tumbuh menjadi pohon, namun sekitar 25 – 50% yang tumbuh menjadi pohon sempurna sesuai sifat genetisnya.

Untuk menyeleksi benih sebaiknya ambil biji pada bagian ujung hingga tengah buah. Karna, biji yang utmbuh di ujung buah memiliki kemungkinan untuk tumbuh menjadi pohon pepaya yang sempurna dibanding benih bagian pangkal.

Penyemaian Biji Pepaya
Untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya, benih yang masih kering perlu dikecambahkan terlabih dulu sebelum disemaikan. Pertama, rendam benih pepaya didalam air hangat kuku selama semalam. Kemuduan pilah biji yang tidak mengapung dalam air.

Siapkan selembar tisu sebagai pembungkus, lalu bahasi tisu tersebut. Tebarkan biji yang sudah direndam tadi diatas tisu kemudian lapisi atasnya dengan tisu baru, lalu basahi dengan air. Siapkan besek (kotak anyaman bambu) atau wadah lain, dan masukan ungkusan benih tadi ke dalamnya. Perlu diingat, wadah harus bisa tembus air atau mengalirkan air.

Benih akan berkecambah setelah 7 – 10 hari atau lebih dibawah sinar matahari dengan suhu kira – kira 30 derajat celcius. Setelah benih berkecambah, pindahkan kecambah-kecambah tersebut dalam polibag semai ukuran 9x10cm yang berisikan tanah, kompos, arang sekam, dengan banding 1 bibit/polibag.

Untuk melindungi bibit dari kucuran hujan langsung, sengatan matahari dan terpaan angin, letakkan polibag-polibag tersebut dalam bilik persemaian yang ternaungi. Bibit siap dipindahkan ke lahan terbuka setelah berumur sekitar 2 – 2.5 bulan sejak disemaikan. Kebutuhan benih pepaya untuk satu hektar sekitar 60 gram.

Pengolahan Tanah dan Penanaman
Berikut ini merupakan pengolahan lahan untuk budidaya pepaya di hamparan non terasering atau tegalan. Pertama, cangkul lahan atau dibajak yang berfungsi untuk menggemburkan tanah. Kemudian, buatlah bedengan dengan lebar 2 meter dengan panjang menyesuaikan dan tinggi sekitar 20 – 3- cm. Perhatikan jarak setiap bedengan sekitar 50 cm atau hendaknya diseuaikan dengan luas tanam.Berikut ini ketentuannya:

  • Budidaya pepaya <0,2 jarak tanamnya 2×2 meter.
  • Budidaya pepaya 1-5 Ha jarak tanamnya 2Ṫ2,5 meter
  • Budidaya pepaya >1 Ha jarak tanamnya 3Ṫ3 meter

Buatlah lubang tanam sesuai jarak tanam dengan ukuran lubang tanam 50 x 50 x 40 cm. Ketika menggali lubang tanam sebaiknya pisahkan tanah bagian atas dengan bawah tanah. Lalu biarkan lubang tersebut terbuka selama 1 – 2 minggu, Dan sebaiknya pembuatan lubang tanam tidak saat musim hujan.

Kemudian campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan tanah bagian atas. dosisi pupuk sebanyak 20 kg per lubang tanam. Masukkan terlebih dahulu tanah bagian bawah, selanjutnya masukkan tanah bagian atas. Lalu biarkan lubang tanam yang telah tertutup selama 1 – 2 minggu.

Harus diingat, tanah yang memiliki pH dibawah 5 netralkan dengan kapur atau dolomit setidaknya 2 minggu sebelum 2 minggu sebelum tanam. Dosis pemberian kapur sebanyak 1 – 2 ton per hektar atau 1kg per lubang.

Pindahkan bibit dari polibag semai ke dalam lubang tanam setelah lubang tanam siap atau kisaran umur minimal 2 – 2.5 bulan setelah disemai. Lakukan penyiraman sehari sekali hingga tanaman berumur 1.5 bulan sejak dipindahkan.

Pepaya berbunga pertama kali sekitar bulan ke 4, dilakukan seleksi untuk mencabut pepaya yang tidak dikehendaki. Dan pada adkhirnya hanya ada satu pepaya sempurna per lubang tanam yang dibiarkan tumbuh hingga berbuah.

Perawatan Budidaya Pepaya

Penyulaman tanaman dapat dilakukan setelah tanaman berusia 1.5 bulan sejak ditanam. Penyulaman tanaman yaitu mengganti bibit baru pada tanaman yang utmbuhnya jelek.

Di bawah ini tips – tips dari Prof Sobir Pusat Kajian Buah Tropika Institut Pertaian Bogor untuk menyeleksi tanaman pepaya sempurna:

  • Amati saat pohon berbunga untuk pertama kalinya. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bila bunga yang tumbuh tunggal, berarti bunga betina atau bunga sempurna. Bunga ini keluar saat umur 4 bulan. Bila berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan, pohon harus dicabut dan disulam dengan bibit lain.
  • Petik bunga tersebut kemudian tekan ujungnya dengan ibu jari hingga terbuka, bila bunga yang keluar jantan pohon berarti ini adalah pohon sempurna yang akan dipertahankan. Bunga sempurna akan muncul 1-2 bulan kemudian.
  • Bila setelah ditekan keluar bunga betina, berarti pohon ini pohon betina. Berarti harus dicabut.
  • Kemudian sulam tanaman yang dicabut tersebut dengan bibit baru. Atau, bila kita menerapkan metode penanaman dua pohon dalam satu lubang tanam, pindahkan pohon sempurna dari lubang lain. Karena untuk satu lubang hanya bisa dibesarkan satu pohon sempurna saja.

Pemupukan susulan diberikan dengan cara menggali parit melingkari tanaman pepaya setelah 2 minggu bibit dipindahkan. Kedalaman parit sekitar 5 – 10cm, lalu campurkan pupuk diletakkan pada parit tersebut. Di bawah ini ketentuan pemupukan budidaya pepaya:

  • Pemupukan pertama, umur 2 minggu, Urea 30 gr, SP-36 40 gr, ZA 40 gr dan KCl 20 gr per pohon
  • Pemupukan kedua, umur 1 bulan, Urea 40 gr, SP-36 70 gr, ZA 70 gr dan KCl 30 gr per pohon
  • Pemupukan ketiga, umur 4 bulan, Urea 45 gr, SP-36 80 gr, ZA 80 gr dan KCl 60 gr per pohon
  • Pemupukan keempat, umur 6 bulan, Urea 50 gr, SP-36 90 gr, ZA 90 gr dan KCl 70 gr per pohon
  • Pemupukan selanjutnya setiap satu bulan, Urea 60 gr, SP-36 100 gr, ZA 100 gr dan KCl 75 gr per pohon

Pemanenan

Pepaya sudah bisa dipanen apabila usia tanaman setelah 9 – 14 bulan. Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Hasil budidaya pepaya berkisar 20 – 35 ton per hektar. Hasil ini tergantung dari kondisi iklim, varietas dan teknik budaya.

panen-pepaya

Buah pepaya yang dipetik harus matang atau mendekati matang. Dengan ciri terdapat garis menguning pda kulit buahnya.

Tertarik mencobanya? selamat mencoba. semoga bermanfaat

Baca juga : Cara Dan Teknik Menanam Bawang Putih 

Cara Membudidaya Tanaman Pepaya | varizi | 4.5