Tunggu, sedang memuat. . .

Cara Dan Teknik Menanam Bawang Putih

Cara Dan Teknik Menanam Bawang Putih – Di antara berbagai macam bumbu dapur yang ada, bawang putih (Allium sativum) adalah yang paling populer. Selain berperan penting untuk mempengaruhi cita rasa masakan, bawang putih juga manjur untuk mengobati tekanan darah tinggi, sakit gigi, influenza, reumatik, digigit ular, dan lain sebagainya.

Sayangnya, makin kesini harga bawang putih semakin melonjak. Hal ini kemudian sangat memaksa ibu rumah tangga untuk berhemat. entah mengurangi penggunaan bawang putih atau tidak sama sekali menggunakannya.

Terbatasnya jumlah petani yang bercocok tanam bawang putih juga berdampakpada keterbatasan varietas bawang putih itu.

Budidaya bawang putih tidaklah sulit. Anda cukup memperhatikan:

gambar-bawang-putih

Persiapan Lahan

Tanaman bawang putih sangat menyukai tipe tanah yang bertekstur lempung berpasir dan struktur tanah gembur dengan pH 5.5 sampai 7. Di tanah seperti inilah budidaya bawang putih dilakukan dengan langkah awal pembukaan lahan. Caranya, bersihkan sisa – sisa tanaman yang ada di dalam tanah lewat pembajakn sedalam 20 – 30 cm.

cara-menanam-bawang-merah-dan-bawang-putih-dalam-pot-terbaru-mudah-dan-cepat-panen

Penanaman

Di proses penanaman, umbi bibit yang digunakan harus berukuran seragam dan ditanam dengan kedalaman 2 – 3 meter. Jarak tanam dapat disesuaikan dengan ukuran siung. Misal, jika bobot siung lebih dari 1.5 gram maka jarak tanamnya 20 x 20 cm. Atau jika bobot siung lebih ringan, maka jarak tanamnya 15 x 15 cm. Di setiap 1 hektar lahan dibutuhkan 1.600 kg jika berat siung bibit 3 gram. Tapi jika berat siung bibit 1 gram maka dibutuhkan 670 kg.

Pemupukan

Untuk budidaya bawang putih dipergunakan pupuk organik dan non-organik. Pupuk kandang ayam dengan dosis 10 – 20 ton/ha atau pupuk kandang kambing dengan dosis 30 ton/ha. Sementara untuk dosis pupuk non-organik, 200 kg N/ha, 180 kg P2O5/ha, 60 kg K2O/ha, dan 142 kg S/ha. Dan pupuk nitrogen yang digunakan 3 kali selama pertumbuhan yaitu pasa saat tanam, pembentukan tunas, dan pembentukan umbi.

Untuk pupuk fosfor dan kalium diberikan bersamaan dengan pupuk kandang pada waktu tanam. Dapat diberikan pupuk kimia cair seperto Sitozim dengan konsentrasi 0.25% yang disemprotkan pada daun, Massmikro dengan konsentrasi 200 ppm, dan Hipron sebanyak 2 kali dengan konsentrasi 2 ml/l. Semua itu untuk meningkatkan kualitas dan hasil umbi.

Pemulsaan

Mulsa merupakan jerami padi atau sisa – sisa tanaman yang telah mati, dan jangan menggunakan mulsa dari bahan plastik karena dapat meningkatkan suhu tanah di sekitar perakaran yang bisa menyebabkan penghambatan pada pertumbuhan tanaman. Biasanya pemulsaan dilakukan pada musim kemarau. Karna akan menyebabkan kelembaban tanah sehingga kurang baik bagu kehidupan tanaman jika dilakukan pada saat musim hujan.

Pengairan

Untuk mengairi tanaman bawang putih bisa dilakukan dengan cara menggenangi parit diantara bedengan. Untuk awal, pemberian air dilakukan 2 – 3 hari sekali pada masa pembentukan tunas sampai pembentukan umbi. Pengairan dilakukan 7 – 15 hari sekali dan baru dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari menjelang panen.

Pemeliharaan

Ketika bawang putih masuk fase generatif, penyiangan tidak lagi dilakukan karena dapat mengganggu proses pembentukan dan pembesaran umbi. Pemeliharaan dilakukan dengan menyiangi gulma serta perbaikan bedengan dengan selang waktu 20 – 20 hari.

Penanganan Masa Panen dan Pascapanen

Waktu rata – rata yang dibutuhkan sejak masa tanam hingga waktu panen sekitar 90 – 120 hari. Ciri – ciri siap panen, yaitu:
Terjadinya perubahan warna pada daun, dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35-60%. Ketika menjelang panen inilah semua kegiatan pemupukan, pengairan dan penyemprotan pestisida harus dihentikan.
Untuk memanen bawang putih, dilakukan dengan cara mencabut tanaman menggunakan tangan saat cuaca cerah. Hasil produksi yang bisa dipanen mencapai 5,6 sampai 12 ton/ha.

Umbi hasil panen tersebut selanjutnya diikat sebanyak 20-30 rumpun per ikat, dan dijemur sampai batangnya kering yang membutuhhkan waktu sekitar 15 hari. Pengeringan umbi dapat dilakukan dengan cara :

Dijemur di bawah terik matahari, namun dengan menutup umbi menggunakan daunnya agar umbi bawang putih tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Pengeringan dapat dilakukan di dalam rak berlapis dengan cara digantung.

Pengeringan dapat pula dilakukan dengan menggunakan metode pengasapan, yakni menempatkan bawang putih di atas para-para yang ada di dapur. Selanjutnya bawang putih tersebut diasapi dengan menggunakan asap yang berasal dari air yang sengaja di masak.

bapu-1

Demikian cara dan teknik menanam bawang putih

Baca juga : Cara Dan Tips Menanam Kacang Panjang 

 

Cara Dan Teknik Menanam Bawang Putih | varizi | 4.5